Selasa, 12 Mei 2020

POTRET NEGERIKU


POTRET NEGERIKU
Karya: Andi Wahyu Arya Benanda

Bumi yang beredar pada orbitnya
Sepi yang hilang kala fajar mulai menyingsing
Menandakan waktu yang terus melaju
Membiarkan tahun berganti

            Namun,
            Ditempat ini, disini, segalanya masih sama
            Tak ada yang berubah
            Tatkala kepala berdasi
Menopang dagu
Di kursi kebesarannya
Sanggul-sanggul tinggi bersolek sana sini
Tangan bermodal semakin sembunyi dari brankasnya

Jiwa bergelimpangan disudut sana sini
Gitar-gitar mungil tak beralas
Berlarian diantara pencakar langit
Demi sesuap nasi
Bayi busung yang membiru
Tak lagi terhitung

            Ya, itulah kawan!
            Begitulah potret tempat ini
            Potret Negeriku!

Sabtu, 16 November 2019

KEINDAHANMU

KEINDAHANMU
Karya: Andi Wahyu Arya Benanda

Keindahanmu
Kekuatan jiwa dan pesona
Layaknya sepasang tangan yang mendekap hangat

                 Mata yang menatap teduh 
                 Senyummu, lukiskan hamparan taman bunga
                 Keindahanmu,
                 Lambang cinta dan kesetiaan
                 Bagai rantai, mengikat tawa dan duka lara

Terasa meski tersimpan
Tumbuh dari benih ketulusan.

Jumat, 08 Maret 2019

KIMIA ORGANIK II

PERTEMUAN VII : MEKANISME REAKSI BERSAING SN2 DAN E2


Reaksi bersaing antara eliminasi dan substitusi bimolekuler ini biasanya terjadi karena perbedaan kebasaan. Derajat nukleofilitas dibandingkan dengan kebasaan dapat menentukan jalan reaksi. Nukleofilitas merupakan kemampuan pereaksi untuk mengalami substitusi, sedangkan kebasaan merupakan kemampuan pereaksi untuk menerima proton.
Reaksi suatu alkil halida primer dengan suatu nukleofil yang kuat  akan mengalami reaksi SN2 . Apabila nukleofil berupa basa kuat tetapi masih dalam alkil halide primer, reaksi juga akan mengalami reaksi SN2. Beda dengan alkil halide tersier, bila nukleofilnya berupa  basa kuat maka akan mengalami reaksi E2.


Pelarut memiliki pengaruh pada reaksi bersaing eliminasi dan substitusi bimolekuler ini. Pada reaksi SN2 dan E2 menggunakan pelarut yang kurang polar, seperti aseton. Pelarut kurang polar digunakan karena pada pelarut kurang polar ini tidak membantu proses ionisasi.
Selanjutnya yang mempengaruhi reaksi bersaing antar SN2 dan E2 adalah konsentrasi dari nukleofil. Konsentrasi nukleofil mempengaruhi laju reaksi SN2 dan E2.


Temperatur juga mempengaruhi  reaksi bersaing antara SN2 dan E2. Naiknya suhu menyebabkan naiknya laju reaksi substitusi dan eliminasi. Naiknya suhu lebih berpengaruh pada laju reaksi E2, karena pada reaksi E2 menggunakan energi aktivasi yang lebih tinggi dari pada SN2. Dengan temperatur yang tinggi memungkinkan molekul untuk lebih cepat mencapai keadaan transisi eliminasi.

Permasalahan :
  1. Mengapa konsentrasi pada nukleofil mempengaruhi laju reaksi pada SN2 dan E2?
  2. Hal apa yang menyebabkan pada reaksi bersaing SN2 dan E2 lebih cenderung terjadi reaksi E2?
  3. Apakah pada reaksi SN2 dan E2 pada reaksi bersaing dapat menggunakan nukleofil atau basa yang lemah? Jelaskan!



Jumat, 01 Maret 2019

KIMIA ORGANIK II


PERTEMUAN VI : MEKANISME REAKSI BERSAING SN1 DAN E1


Apabila suatu alkil halida direaksikan dengan suatu nukleofil, maka ada dua reaksi yang kemungkinan terjadi, yaitu reaksi substitusi dan eliminasi.
Reaksi SN1 terjadi apabila direaksikan dengan suatu nukleofil yang berupa basa yang sangat lemah. Pada reaksi SN1 diperlukan suatu pelarut polar (seperti air) untuk mendorong terjadinya reaksi SN1. Pelarut polar ini digunakan untuk menstabilkan karbokation dengan cara solvasi.
Pada reaksi SN1 produk yang dihasilkan adalah alkohol. Sedangkan pada reaksi E1 produk yang terbentuk adalah alkena. Alkena terbentuk karena, aton hidrogen keluar dari gugus alkil untuk membentuk senyawa yang stabil.
Apabila reaksi dijalankan pada suhu yang tinggi maka reaksi E1 akan berjalan lebih dominan dari pada SN1 atau reaksi SN1 itu dapat bereaksi lebih dominan dari pada reaksi E1 dikarenakan pada reaksi SN1 tidak memerlukan suhu yang relatif tinggi.

Permasalahan :
  1. Apa yang menyebabkan mekanisme reaksi antara SN1 dan E1 dikatakan bersaing?
  2. Dimana letak perbedaan kedua mekanisme reaksi tersebut (SN1 dan E1) dan apa yang membedakannya?
  3. Pada urutan kereaktivitasan alkil halida dalam reaksi SN1 dan E1 itu sama, yang mana Tersier > Sekunder > Primer. Jelaskan makna atau maksud dari urutan kereaktivitasan tersebut!

Rabu, 20 Februari 2019

KIMIA ORGANIK II


PERTEMUAN V : MEKANISME REAKSI ELIMINASI E1

Karbokation adalah suatu zat yang terbentuk pada pertengahan keadaan transisi satu dan keadaan transisi dua. Karbokation merupakan zat yang memiliki energi tinggi. Reaksi dari karbokation ini sangat cepat, karena karbokation adalah zat yang tak stabil. Untuk mendapatkan kestabilan produk, karbokation harus bereaksikan dengan nukleofil.
Reaksi E1 mirip dengan reaksi SN1. Tetapi pada reaksi E1, karbokation dapat mendonorkan proton kepada suatu basa. Berikut adalah perbedaan mekanisme reaksi antara E1 dan SN1.

Reaksi E1 :

Reaksi SN1 :
            

Langkah pertama dari reaksi E1 yaitu ionisasi alkil halida. Pada ionisasi halida, reaksi berjalan lambat, sehingga laju reaksi pada reaksi ini hanya ditentukan oleh konsentrasi alkil halidanya. Reaksi ini merupakan reaksi orde pertama.


Langkah kedua dari reaksi E1 yaitu sebuah proton dari zat karbokation bereaksi dengan basa. Proton yang bereaksi dengan basa adalah proton yang terletak berdampingan dengan karbon positif.
Ikatan dari proton dan atom C atau disebut ikatan sigma, bergeser kearah yang bermuatan positif. Hal ini mengakibatkan terjadinya rehibridasi dari sp3 ke sp2. Rehibridasi inilah yang menyebabkab terbentuknya sebuah alkena sebagai produk yang stabil.


Pada reaksi E1 itu sama seperti reaksi SN1, yang mana laju reaksi alkil halida tersier berjalan lebih cepat daripada alkil halida sekunder dan primer.


PERMASALAHAN :
  1. Pada reaksi eliminasi E1, mengapa alkil halida pada tahap pertama terjadi reaksi yang lambat? Jelaskan!
  2. Tolong Anda jelaskan mengapa pada reaksi E1 laju reaksi pada alkil halida tersier berjalan lebih cepat daripada alkil halida sekunder dan primer !
  3. Basa yang bagaimana yang dapat bereaksi dengan proton dari karbokation?

Selasa, 12 Februari 2019

KIMIA ORGANIK II


PERTEMUAN IV : Mekanisme Reaksi Eliminasi E2



Reaksi Eliminasi adalah pelepasan atau penghilangan. Reaksi eliminasi dapat dianggap kebalikan dari reaksi adisi. Pada reaksi ini, dua atom atau gugus yang masing-masing tergantung pada dua buah atom C yang letaknya berdampingan dilepaskan oleh suatu pereaksi sehingga menghasilkan ikatan rangkap. Reaksi ini hanya bisa terjadi bila ada zat yang menarik molekul yang akan dieliminasi. Reaksi eliminasi digunakan untuk membuat bahan-senyawa alkena dan alkuna. Perbedaan Reaksi subtitusi dan eliminasi :


Pada dasarnya mekanisme reaksi E2 ini merupakan reaksi eliminasi bimolekuler dimana reaksi E2 hanya terjadi dari satu langkah atau hanya terjadi proses satu tahap yakni, dimana ikatan karbon-hidrogen dan karbon-halogen terputus membentuk ikatan rangkap C=C. Reaksi E2 dilangsungkan oleh alkil halida primer dan sekunder. Reaksi ini hampir sama dengan reaksi SN2. Reaksi E2 secara khusus menggunakan basa kuat untuk menarik hidrogen asam dengan kuat. Nukleofil bertindak sebagai basa dan mengambil proton (hidrogen) dari atom karbon yang bersebelahan dengan karbon pembawa gugus pergi. Pada waktu yang bersamaan, gugus pergi terlepas dan ikatan rangkap dua terbentuk.
Reaksi E2 menggunakan basa kuat seperti –OH, -OR, dan juga membutuhkan kalor, dengan memanaskan alkil halida dalam KOH atau CH3CH2ONa dalam etanol. Adapun persamaan reaksi dari E2 ialah :


Contoh Reaksi E2 :

Konfigurasi yang terbaik untuk reaksi E2 adalah konfigurasi dimana hidrogen yang akan tereliminasi dalam posisi anti dengan gugus pergi. Alasannya ialah bahwa pada posisi tersebut orbital ikatan C-H dan C-X tersusun sempurna yang memudahkan pertumpang tindihan orbital dalam pembentukan ikatan baru.


Permasalahan :
  1. Pada mekanisme reaksi eliminasi E2, seberapa besar pengaruh dari gugus pergi (leaving group)? Lalu, bagaimana jika gugus pergi tidak berikatan dengan baik, apa yang akan terjadi ?
  2. Mengapa pada reaksi eliminasi E2 secara khusus menggunakan basa kuat untuk menarik hidrogen asam?
  3. Dapatkah Anda terangkan, mengapa dalam mekanisme reaksi E2 itu hanya terjadi pada alkil halida primer dan sekunder, mengapa tersier tidak masuk kedalamnya?

Jumat, 08 Februari 2019

KIMIA ORGANIK II

PERTEMUAN III : Mekanisme Reaksi Substitusi Nukleofilik SN1


Setelah kita membahas tentang Mekanisme Reaksi SN2, selanjutnya kita akan membahas tentang Mekanisme Reaksi Substitusi Nukleofilik SN1. CEKIDOT....!!!

Mekanisme SN1 adalah proses dua tahap. pada tahap pertama, ikatan antara karbon dan gugus bebas putus, atau substrat terurai. Elektron – elektron ikatan terlepas bersama dengan gugus bebas, dan terbentuklah ion karbonium. pada tahap kedua, yaitu tahap cepat, ion karbonium bergabung dengan nukleofil membentuk hasil.
Pada mekanisme SN1 substitusi terjadi dua tahap. Lambang 1 digunakan sebab pada tahap lambat hanya satu dari dua pereaksi yang terlibat, yaitu substrat. tahap ini tidak melibatkan nukleofil sama sekali. dikatakan, bahwa tahap pertama bersifat unimolekuler.

Adapun cara mengetahui suatu nukleofil dan substrat bereaksi dengan mekanisme SN1 yaitu :
  1. Kecepatan reaksi tidak bergantung pada konsentrasi nukleofil. Tahap penentu kecepatan adalah tahap pertama nukleofil tidak terlibat. Setelah tahap ini terjadi, ion karbonium bereaksi dengan nukleofil.
  2. Jika karbon yang membawa gugus bebas bersifat kiral, reaksi mengakibatkan hilangnya aktivitas optik (yaitu, rasemisasi). Pada ion karbonium, hanya ada tiga gugus yang melekat pada karbon positif. Karena itu, karbon positif mempunyai hibridisasi sp2 dan berbentuk datar.
  3. Jika substrat R-L bereaksi melalui mekanisme SN1, reaksi berlangsung cepat jika R merupakan struktur tersier, dan lambat jika R adalah struktur primer. Reaksi SN1 berlangsung melalui ion karbonium, sehingga urutan kereaktifannya sama dengan urutan kemantapan ion karbonium. Reaksi bergantung lebih cepat jika ion karbonium lebih mudah terbentuk.

Pada tahap pertama (ionisasi), ikatan antara atom C dengan gugus pergi putus. Gugus pergi yang terlepas dengan membawa pasangan elektron akan membentuk karbokation.
Pada tahap kedua (kombinasi), karbokation bergabung dengan nukleofil membentuk produk.
Pada tahap ketiga (pelepasan H+) pada pelarut merupakan reaksi asam-basa dan bukan merupakan tahap dari reaksi SN1.
Ciri-ciri reaksi SN1
  1. Kecapatan reaksinya tidak tergantung pada konsentrasi nukleofil. Tahap penentu kecepatan reaksi adalah tahap pertama di mana nukleofil tidak terlibat.
  2. Jika karbon bergabung gugus pergi adalah kiral, reaksi penyebab gangguan aktivitas optik karena terjadi rasemik. Pada ion karbonium, hanya ada gugus yang terikat pada karbon positif. Karena itu, karbon positif memiliki hibridisasi sp2 dan bentuk geometri planar. Jadi nukleofil memiliki dua arah penyerangan, yaitu dari depan dan dari belakang. Dan kesempatan ini masing-masing memiliki peluang 50%. Jadi hasilnya adalah rasemit. Misalnya, reaksi (S)-3-bromo-3-metilheksana dengan air menghasilkan alkohol rasemik.
Spesies antaranya adalah ion karbonium dengan geometrik planar sehingga air mempunyai peluang menyerang dari dua sisi (depan dan belakang) dengan peluang yang sama menghasilkan adalah campuran rasemik X yang melalui mekanisme SN1 akan berlangsung cepat jika R merupakan struktur tersier, dan lambat jika R adalah struktur primer. Hal ini sesuai dengan urutan kestabilan ion Karbonium, 3º> 2º> 1º

Jadi dapat kita simpulkan bahwa Reaksi SN1 terjadi melalui 2 tahapan, yaitu tahap lambat dan tahap cepat. Kecepatan reaksi hanya bergantung pada kosentrasi Substrat, dan bukan Nukleofilnya yang terlibat dalam pengendalian laju dan reaksinya bertingkat satu. Pembentukan karbokation akan menentukan mekanisme reaksi SN1 akan berlangsung cepat, jika karbokation yang terbentuk adalah struktur tersier dan akan berlangsung lambat jika strukturnya primer. Karena dilihat dari urutan kestabilan karbokation itu dari 3º> 2º> 1º berbeda dengan reaksi SN2.
Kecepatan reaksi SN1 ditentukan dengan persamaan berikut ini : 

Kecepatan reaksi SN1 = k [RX]

Permasalahan :
  1. Pada reaksi SN1 terdapat istilah gugus pergi, sebernarnya apakah yang dimaksud dengan gugus pergi itu dan mengapa pada gugus pergi tergantung dari kuat atau lemahnya basa ?
  2. Dalam mekanisme reaksi SN1 berlangsung, terjadi melalui dua tahapan yaitu tahap pembentukan karbokation dan tahap penggabungan karbokation dengan nukleofil, tetapi mengapa hanya substrat yang digunakan sebagai penentuan laju reaksi (r) dalam mekanisme reaksi SN?
  3. Jelaskan bagaimana pengaruh efek sterik dalam mekanisme reaksi SN1 ?











http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html