PERTEMUAN V : MEKANISME REAKSI
ELIMINASI E1
Karbokation
adalah suatu zat yang terbentuk pada pertengahan keadaan transisi satu dan
keadaan transisi dua. Karbokation merupakan zat yang memiliki energi tinggi.
Reaksi dari karbokation ini sangat cepat, karena karbokation adalah zat yang
tak stabil. Untuk mendapatkan kestabilan produk, karbokation harus bereaksikan
dengan nukleofil.
Reaksi
E1 mirip dengan reaksi SN1. Tetapi pada reaksi E1, karbokation dapat
mendonorkan proton kepada suatu basa. Berikut adalah perbedaan mekanisme reaksi
antara E1 dan SN1.
Reaksi
E1 :

Reaksi
SN1 :

Langkah
pertama dari reaksi E1 yaitu ionisasi alkil halida. Pada ionisasi halida,
reaksi berjalan lambat, sehingga laju reaksi pada reaksi ini hanya ditentukan
oleh konsentrasi alkil halidanya. Reaksi ini merupakan reaksi orde pertama.

Langkah
kedua dari reaksi E1 yaitu sebuah proton dari zat karbokation bereaksi dengan
basa. Proton yang bereaksi dengan basa adalah proton yang terletak berdampingan
dengan karbon positif.
Ikatan
dari proton dan atom C atau disebut ikatan sigma, bergeser kearah yang
bermuatan positif. Hal ini mengakibatkan terjadinya rehibridasi dari sp3 ke
sp2. Rehibridasi inilah yang menyebabkab terbentuknya sebuah alkena sebagai
produk yang stabil.

Pada
reaksi E1 itu sama seperti reaksi SN1, yang mana laju reaksi alkil
halida tersier berjalan lebih cepat daripada alkil halida sekunder dan primer.
PERMASALAHAN :
- Pada reaksi eliminasi E1, mengapa alkil halida pada tahap pertama terjadi reaksi yang lambat? Jelaskan!
- Tolong Anda jelaskan mengapa pada reaksi E1 laju reaksi pada alkil halida tersier berjalan lebih cepat daripada alkil halida sekunder dan primer !
- Basa yang bagaimana yang dapat bereaksi dengan proton dari karbokation?

Saya winda sitia elisabeth br sinaga
BalasHapusNIM A1C117016
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3
Basa yang digunakan dalam reaksi eliminasi E1 adalah basa lemah
Dalam E1, karbokation adalah intermediet dan satu alfa H diikat oleh basa konjugasi lemah dari asam kuat.
Jika basa yang kuat digunakan sebagai medium, alpha H akan diabstraksikan ulang dan E2 akan menjadi mekanisme penggerak.
Tetapi jika E1 ingin terjadi, maka digunakan basa lemah
Saya Khairil Liza
BalasHapusNIM A1C117036
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2.
reaksi yang terjadi pada alkil halida tersier berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan alkil halida yang lainnya dikarenakan reaksi E1 ini berlangsung dengan melewati zat antara (karbokation), sedangkan untuk alkil halida primer dan sekunder tidak melewati karbokation.
Hai andi
BalasHapusSaya ruslan rabani dengan nim A1C117028
Saya akan coba membantu menyelesaikan masalahmu no 1
Saat tahap ionisasi energi awal pada substrat lebih rendah dari pada energi pada produk sementara (karbikation) ini yang menyebabkan proses berlangsung lama, agar terjadi pematahan karbokation disertai lepasnya gugus pergi
Semoga membantu